Kamis, 21 April 2011

Kandungan Dalam Rokok

A.       Kandungan yang terdapat di dalam rokok
Secara keseluruhan rokok adalah campuran senyawa kompleks yang dihasilkan oleh pembakaran tembakau dan adiktif. Terlepas dari stimulan nikotin biasa, asap rokok juga mengandung tar yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia termasuk sekitar 60 bahan kimia karsinogenik yang berbahaya. Hampir semua jenis zat tersebut mematikan. Zat-zat inilah yang menyebabkan penyakit paru-paru, jantung, emphysema dan penyakit berbahaya lainnya.
1.        Nikotin
Nikotin adalah bahan alkaloid toksik yang merupakan senyawa amin tersier, bersifat basa lemah dengan pH 8,0. Asap rokok pada umumnya bersifat asam (pH 5,5). Pada pH ini nikotin berada dalam bentuk ion dan tidak dapat melewati membran secara cepat sehingga di mukosa pipi hanya terjadi sedikit absorpsi nikotin dari asap rokok. Pada perokok yang menggunakan pipa, cerutu dan berbagai macam sigaret Eropa, asap rokok bersifat basa dengan pH 8,5 dan nikotin pada umumnya tidak dalam bentuk ion dan dapat diabsorpsi dengan baik melalui mulut.
Nikotin adalah komponen adiktif tembakau. Hal ini diserap ke dalam darah dan mempengaruhi otak dalam waktu 10 detik. Hal ini menyebabkan perokok untuk merasa relax karena neurotransmitter. Nikotin dalam jumlah kecil mempunyai pengaruh menenangkan, tetapi dapat menyebabkan radang saluran pernafasan. Dalam jumlah yang besar nikotin sangat berbahaya; 20-50 mg nikoton dapat menyebabkan pernafasan terhenti. Bagi perokok pasif , menghisap 1-2 mg nikotin sudah menyebabkan pusing, sakit kepala, mual dan muntah, berkeringat, serta terasa sakit pada daerah lambung.
Nikotin dapat menaikkan tekanan darah dan mempercepat denyut jantung, sehingga kerja jantung lebih berat. Nikotin juga berpengaruh terhadap pembuluh darah yakni merusak endotel pembuluh darah dan terhadap trombosit dengan meningkatkan agregasi trombosit. Nikotin diduga sebagai penyebab ketagihan merokok, perokok merasa lebih buruk jika mereka tidak merokok. Ini yang memperkuat keinginan untuk merokok lagi. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin juga dapat mengaktifkan trombosit sehingga terjadi adhesi (penempelan) trombosit ke dalam pembuluh darah.
2.        Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida adalah bahan kimia beracun ditemukan dalam asap buangan mobil. Satu rokok yang dibakar mengandung 3-6% CO. Daya afinitas Hb (Hemoglobin) darah terhadap karbon monoksida lebih kuat dibandingkan terhadap oksigen , akibatnya oksigen tersingkir dan persediaan opksigen untuk jaringan tubuh menurun. Karena tubuh kurang oksigen membuat jantung mengalami penebalan dan bekerja lebih keras memompa darah. Inilah penyebab utama seorang perokok bisa mengalami serangan jantung secara mendadak. Efek selanjutnya adalah pembuluh darah akan menyempit dan mengeras sehingga mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. CO juga dapat mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah) dan membuat darah mengental dan mudah menggumpal.
3.        Tar
       Tar sebagai getah tembakau adalah zat berwarna coklat berisi berbagai jenis hidrokarbon aromatik polisiklik, amin aromatik, dan N-nitrosamine. Tar bersifat karsinogen (penyebab kanker). Tar itu sendiri mengandung banyak bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika menghirup tar maka akan melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini  tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis. Tar yang dihasilkan asap rokok akan menimbulkan iritasi pada saluran napas, menyebabkan bronchitis, kanker nasofaring, dan kanker paru
4.    Sianida
     Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
5.    Benzene
     Benzene juga dikenal sebagai bensol merupakan senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan cairan tidak berwarna.
6.    Kadmium (Cd)
     Kadmium sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif yang ditemukan baterai.
7.    Metanol (Alkohol Kayu)
     Metanol (alkohol kayu) adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
8.    Asetilena
     Asetilena (bahan bakar yang digunakan dalam obor las) merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
9.    Amonia
     Amonia ditemukan di mana-mana di lingkungan tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
10.  Formaldehida
       Formaldehida cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
11.  Hidrogen Sianida
     Hidrogen sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida. HCN juga merupakan racun yang digunakan untuk hukuman mati.
12.  Arsenik
     Arsenik adalah bahan yang terdapat dalam racun tikus.
13.  Fenol & Amoniak (NH3)
Fenol merupakan bahan pembersih lantai.
14.   m- Toluidin
m-Toluidin merupakan bahan pembuat cat
15.  Polonium
Bahan bakar radio aktif
16.  Aseton (CH3 CCOCH3)
Bahan yang digunakan sebagai penghapus cat kuku
17.  Butan (C4 H10)
Bahan bakar korek
18.  Naftliamin
Bahan pembuat cat
2.     Hubungan antara Rokok dengan Kesehatan Paru-paru
Bahaya merokok bagi kesehatan sudah banyak diteliti dan dibuktikan. Efek merugikan dari rokok ini memang tidak secara langsung dirasakan, pelan tapi pasti bahaya mengancam tubuh perokok jika kebiasaan buruknya tidak segera dihentikan. Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru. Akibat perubahan anatomi saluran pernapasan tersebut, pada perokok akan timbul perubahan fungsi paru-paru.
Merokok juga merupakan penyebab timbulnya penyakit obstruksi paru menahun, termasuk emfisema (pembengkakan paru-paru), bronkitis kronis dan asma. Merokok menjadi pemicu utama penyebab penyakit kanker paru-paru. Hubungan tersebut telah diteliti dan akhirnya secara tegas memang bahwa rokok sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Dibandingkan dengan bukan seorang perokok, kemungkinan timbulnya kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lipat.
Menurut penelitian yang dilaporkan oleh United State Surgeon General, Amerika, ada 10 tipe kanker yang disebabkan oleh rokok. Selain itu disebutkan juga bahwa pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan yang bukan perokok sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda. Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, pita suara, dan esofagus. Wanita perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih tinggi kena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. Sedangkan pria perokok 23 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok.
Kanker paru-paru menyebabkan hilangnya 3.000 nyawa per-hari di dunia, 90% berhubungan dengan rokok. Merokok juga terkait dengan 18 tipe kanker. Penderitanya bukan hanya orang yang secara aktif merokok, tapi juga orang-orang di sekitar perokok. Kebiasaan merokok akan memepercepat penurunan faal paru. Penurunan volume ekspirasi paksa detik 1 (VEP 1), pertahun adalah 28,7 ml, 38,4 ml dari 41,7 ml masing-masing untuk nonperokok, bekas perokok dan perokok aktif.
3. Akibat Rokok Terhadap Paru-paru
Rokok memberikan dampak negative bagi paru-paru, diantaranya rokok menjadi penyebab utama kanker paru-paru, emfisema, dan juga asifikasi.
a.   Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru menyebabkan paru-paru rusak dan tidak berfungsi lagi. Pemicu utama terjadinya kanker paru-paru adalaj polusi asap rokok yang mengandung hidrokarbon termasuk benzopiren.Kanker paru-paru juga disebabkan oleh Tar yang juga terkandung di dalam rokok. Ketika menghirup tar maka akan melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini  tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis.
Wanita perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih tinggi kena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. Sedangkan pria perokok 23 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. 
b. Emfisema
Penyakit paru-paru degenerative ini terjadi karena jaringan paru-paru kehilangan elastis dan kerusakan dinding diantara alveoli. Pada emfisema stadium lanjut, inspirasi dan ekspirasi terganggu dan beban pernafasan meningkat sehinggga timbul komplikasi seperti hipertensi pulmonal atau pembesaran jantung yang diikuti gagal jantung. Emfisema umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, polusi asap rook dan polusi udara.
c. Asifikasi
Asifikasi adalah gangguan pengangkutan oksigen ke sel-sel tubuh / jaringan tubuh. Hal ini disebabkan karena keracunan gas-gas CN (sianida) dan atau CO (karbon monoksida) yang terkandung di dalam rokok. Keracunan gas-gas ini mengganggu  proses pengikatan O2 oleh darah karena CO dan CN memiliki daya ikat jauh lebih tinggi terhadap hemoglobin daripada daya ikat hemoglobin terhadap O2. Jika 70-80% hemoglobin dalam darah mengikat CO dan membentuk HbCO maka dapat menyebabkan kematian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar